Minggu, 17 April 2011

SENYUM SEJENAK SERI 138

ITU URUSAN SAYA

Darbombez sudah menjadi Pegawai Negeri sekarang. Dan saat ini dia mendapatkan tugas study banding ke Eropa. Dia bertemu dengan sesama pegawai negeri disana. Setelah berkenalan merekapun ngobrol ini itu. Salah satunya membahas gaji mereka.
“Berapa gaji anda dan untuk apa saja uang sejumlah itu?,” tanya Dargombez mengawali.
Orang Eropa menjawab, “Gaji saya 5.000 Euro, 2.000 euro untuk tempat tinggal, 2.000 Euro untuk makan, 500 Euro untuk hiburan."

”Lalu sisa 500 Euro untuk apa?” tanya Dargombez bingung. Orang Eropa menjawab secara ketus, "Oh ... itu urusan saya, Anda tidak perlu bertanya!"

Kemudian orang Eropa balik bertanya, “Kalau penghasilan anda?”

"Gaji saya Rp950 ribu, Rp450 ribu untuk tempat tinggal, Rp350 ribu untuk makan, Rp250 ribu untuk transport, Rp200 ribu untuk sekolah anak, Rp200 ribu, bayar cicilan pinjaman, ... Rp100 ribu untuk....".

Saat Dargombez ‘nrocos’ menjelaskan, orang Eropa menyetop penjelasan itu dan langsung bertanya. "Uang itu jumlahnya sudah melampui gaji anda. Sisanya dari mana?," kata orang Eropa itu keheranan.

Kemudian, Dargombez menjawab dengan enteng,"Begini Mister, uang yang kurang, itu urusan saya, anda tidak berhak bertanya-tanya.”

Minggu, 03 April 2011

SENYUM SEJENAK SERI 137

LARI MARATON

Markun sahabat dekat Dargombez lagi asik bergumul sore-sore dengan selingkuhannya. Ketika tiba-tiba si cewek bilang, "Gawat... suamiku pulang tuh. Buruan deh kamu kabur lewat jendela..!" dengan panik Markun menyambar baju, celana dan sepatunya, dan kabur lewat jendela.

Di luar ternyata hujan. Takut ketahuan, Markun lari tanpa sempat pakai baju. Tidak jauh dari rumah si cewek pas kebetulan lewat rombongan pelari marathon. Markun buru-buru membaur ditengah rombongan pelari, biar gak keliatan lagi sama suami si cewek tadi.

Beberapa pelari di sekitar Markun heran ngeliat Markun lari bugil sambil pegang baju. Salah seorang bertanya, "Ngapain kamu lari bugil...?" Markun jawab sekenanya,

"Mmmm... aku demen yang back to nature.. biar menyatu dengan alam..."

Yang lain nanya lagi, "Sering lari bugil kayak gini?" makin bingung Markun cari alesan. "Nngg.. kadang-kadang aja... kalau sore-sore.. biar gak kepanasan..."

Pelari yang lain nimpalin...

"sering lari bugil dengan kondom terpasang gitu?"

Dengan tersipu Markun jawab sedapetnya... "Mmm... kalau pas hujan aja sih... biar terlindung..."

SENYUM SEJENAK SERI 136

5 PENUMPANG DI PESAWAT JATUH

Sebuah pesawat sedang terancam akan jatuh. Didalamnya ada 5 penumpang,sementara parasut untuk terjun hanya tersedia 4 buah.

Penumpang pertama bilang, "Saya kurniawan Dwi Julianto, pemain nasional sepak bola, persepakbolaan Indonesia masih memerlukan orang seperti saya. Jadi, saya belum boleh mati." Lalu dia ambil parasut pertama dan terjun.

Penumpang kedua adalah Megawati Sukarnoputri, bilang: "Saya adalah putri Sukarno. Saya juga adalah kandidat presiden Indonesia di masa datang. Sekarang ini saya sedang akan menghadiri penobatan saya jadi ketua Partai Pelopor. Saya akan menggantikan bapak saya jadi Presiden Indonesia nantinya. Jadi, saya Juga belum boleh mati."

Lalu dia ambil parasut kedua dan terjun. Penumpang ketiga, Nurdin Halid, bilang: "Saya adalah Ketua PSSI. Rakyat Indonesia masih sangat membutuhkan kepemimpinan saya, jadi saya belum boleh mati."

Kemudian dia meraba raba kiri kanan dan akhirnya menemukan parasut ketiga. "Lagipula... kalau saya mati, timnas Indeonesia akan kesulitan menembus Piala Dunia," tambahnya sambil melompat terjun.

Penumpang keempat adalah KH Abdullah Gymnastiar. Kepada penumpang kelima, seorang anak sekolah umur 10 tahun, Aa Gym berkata: "Sudahlah, nak, kamu pakai sajalah parasut terakhir itu.

Saya sudah cukup lama hidup. Tak berapa lama juga saya akan mati sendiri. Lagipula saya rasa saya sudah cukup banyak berdakwah untuk kepentingan ummat, saya merasa sudah punya bekal untuk menghadap Yang Kuasa.

Saya IKHLAS, nak, pakailah..!" Anak sekolah itu menjawab, "Nggak apa-apa Pak Uztad. Ini masih ada dua parasut lagi kok. Tadi itu, Nurdin Halid terjun pakai ransel sekolah saya. Saya sih, diemin aja....Abis dia belagu sih orangnya...."

Selasa, 29 Maret 2011

SENYUM SEJENAK SERI 135

ANAK SIAPA?
Pada suatu hari Tutut (anaknya Soeharto), lewat di jalan tol di Jakarta.
Penjaga Tol: “3000 rupiah.”
Bu Tutut yang emang ngak punya uang seribuan mengeluarkan uang 50 ribu rupiah langsung saja menyodorkan tuch uang.
Penjaga Tol: “Ini Bu, kembaliannya.”
Bu Tutut: “Sudah… simpan saja buat keluarga anda.”
Penjaga tol merasa senang karena menerima 47 ribu rupiah dan langsung berterima kasih kepada Tutut.
Setelah beberapa jam Tommy dateng melewati jalan tol tersebut. Karena mereka tuch anaknya Soeharto, ngak punya uang receh, Tommy mengeluarkan uang 20 ribuan.
Penjaga Tol: “Ini Pak, kembaliannya 17 ribu.”
Tommy: “Sudahlah, simpan aja buat sekolah anak anda.”
Penjaga langsung memasukkan kembalian itu ke kantongnya dan berterima kasih banyak ke Tommy.
Setelah beberapa jam Soeharto dengan mobilnya lewat jalan tol.
Soeharto mengeluarkan uang 5000 rupiah dan disodorkan ke penjaga tol. Soeharto menunggu uang kembaliannya itu dan setelah menunggu 5 menit, ditanyanya kepada penjaga tol:
Soeharto: “Lho, mana uang kembalian saya?”
Penjaga Tol: “Ah Bapak, masa uang 2000 rupiah aja dibalikin. Tadi bu Tutut dan pak Tommy lewat kembaliannya 47 ribu dan 17 ribu aja diberikan ke saya, masa Bapak yang 2000 aja minta kembalian??”
Soeharto: “Tunggu dulu mas!! Anda tau sapa Tutut dan Tommy??”
Penjaga Tol dengan cekatan menjawab: “Yach tahu Pak! Pertanyaan gampang tho, jelas Tutut dan Tommy tuh Anaknya Presiden.”
Soeharto: “Pinter kamu, tahu mereka anak Presiden. Nah sedangkan saya kan cuma Anak Petani!! Sekarang, mana kembalian saya??”
Penjaga Tol: !*#@^$%#@$$

SENYUM SEJENAK SERI 134

POS SURAT

Percakapan antara Dargombez dengan seorang petugas di kantor pos Surabaya.

Dargombez : "Pak, kalau surat ini saya kirim sekarang apa bisa sampai di Jakarta dalam waktu dua hari?"

Petugas : "Bisa, Pak. Tentu saja bisa."

Dargombez : "Ah, masa sih? Jangan suka bercanda gitu donk pak!! Saya yakin tidak akan bisa."

Petugas : "Lho, Anda kok bisa seyakin itu? Emangnya anda sudah pernah menjadi petugas pos?" (sambil rada dongkol)

Dargombez : "Lha wong surat itu saya alamatkan ke Semarang..."

Petugas : "!@#$%$%%$#"

Minggu, 13 Maret 2011

SENYUM SEJENAK SERI 133


BINTANG PORNO
Dargombez sedang mengunjungi temannya Somat yang seorang dokter kandungan di RS bersalin NGEDENSEJENAK. Saat ia asyik ngobrol dengan temannya salah satu perawat  memanggil dokter Somat karena ada pasien yang mau melahirkan. Di ruang bersalin seorang perempuan sedang dalam proses melahirkan, dibantu oleh para perawat. Tiba-tiba ia berhenti mengejang dan memanggil dokter Somat, “Dokter, tolong ya nanti ceritakan warna dari setiap bagian tubuh anak saya.”
“Lho kenapa?” tanya dokter Somat dengan heran.
“Mmmhh, saya sebenarnya aktris porno dan anak ini saya dapatkan ketika main dalam blue film. Saya tidak tahu persis siapa ayahnya,” kata perempuan tersebut. Dokter Somat mengangguk mengerti.
Akhirnya ketika kepala si bayi keluar, dokter Somat berkata, “Nah kepala bayi sudah mulai muncul, warna rambutnya pirang. Apakah di film itu ada aktor bulenya?”
“Ada Dok, makasih.”
“Wah, kulit mukanya agak pucat dan matanya sipit. Apakah ada aktor Mandarinnya juga?”
“Ada Dok, ada…”
“Sekarang keluar dada dan kedua tangannya. Kok warnanya hitam. Ada aktor negronya ya?”
“Iya, ada…”
“Nah, sekarang kakinya. Warnanya coklat sawo matang. Ada orang Indonesianya rupanya.”
“Oh ya…”
Setelah seluruh tubuh bayi keluar, dokter memukul pantatnya dan keluarlah suara tangisnya, “Ooeeeee…”
“Terimakasih Tuhan. Aku kira tadi ia akan MENGGONGGONG,” desah si ibu baru.

Selasa, 01 Maret 2011

SENYUM SEJENAK SERI 132

KALO PAKEK LIPSTIK JANGAN TEBAL-TEBAL
Dargombez datang ke dokter kelamin dengan keluhan, “Dokter, alat kelamin saya kok merah­-merah?”
Dokter pun menjawab, “Wah gawat itu, jangan-jangan anda terkena penyakit kelamin yang menular”.
Lalu dokter dan Dargombez pun masuk ke kamar periksa untuk diperiksa oleh dokter tersebut, “Coba kita lihat alat kelamin saudara”.
Setelah melihat dengan teliti dokter itu pun berdiri dan kembali ke ruang prakteknya.
“Bagaimana dok, apa penyakit saya?”, tanya Dargombez.
Dokter pun menjawab, “Lain kali bilang sama istrimu kalau memakai lipstik jangan tebal­-tebal…”