Jumat, 10 Juni 2011

SENYUM SEJENAK SERI 152

PALING MENDERITA

Dua orang pengemis sedang berbincang-bincang di depan rumah Dargombez. Tanpa mereka sadari ternyata Dargombez sudah di belakang mereka sambil mendengarkan pembicaraan mereka. Pengemis1 : "Duh, aku ini menderita sekali. Tiap pagi mau buang air kecil tapi gak keluar-keluar."Pengemis2 : "Kamu belum seberapa. Aku lebih menderita. Tiap pagi mau buang air besar tapi gak keluar-keluar"

Mendengar itu Dargombez jadi terusik untuk ikut bicara.

Dargombez: "Kalian berdua belum apa-apa. Saya paling menderita"
Pengemis1&2 : "Emang kenapa pak?"sambil menoleh ke arah Dargombez
Dargombez : "Bayangkan saja, tiap jam 6 pagi aku buang air kecil. Tiap jam 7 pagi aku buang air besar"Pengemis1&2 : "Lha,itu kan normal pak. Menderitanya dimana?"
Dargombez : "Ya...itu masalahnya. Saya baru bangun jam 8"Pengemis1&2 : wakakakakakkkkkkkkkkkkk.....(jembret niyeeee)

Selasa, 31 Mei 2011

SENYUM SEJENAK SERI 151

HADIAH SEKS GRATIS

Dargombez sedang menyopiri majikannya. Mereka pergi untuk isi bensin di Pompa Bensin. Di SPBU itu tertulis: "ISI BENSIN IKUTI QUIZ, HADIAHNYA SEKS GRATIS!". Si Bos minta mobilnya diisi penuh. Setelah selesai membayar, dia bilang sama Dargombez, "Wah, kuisnya boleh juga, kita coba, yuk!."
Jawab Dargombez: "Ah, jangan Bos, pal...ing juga bohong..."
Tapi sang Bos tetap ngotot untuk ikut.
Bos: "Mas, saya ikutan dong kuisnya...!"
Petugas: "Boleh, Pak! Caranya gampang, coba bapak tebak 1 angka
antara 1 sampai 10, yang ada di pikiran saya sekarang..."
Bos (setelah berpikir lama): "Lima!!"
Petugas: "Wah sayang sekali, Pak... baru saja saya pindah ke angka lain! Coba satu kali lagi, Pak..!"
Bos (sambil nafsu): "Tujuh!!"
Petugas: "Wah, hampir tepat, Pak. Tadinya saya mau tujuh, tapi nyatanya tiga. Tapi, nggak apa² Pak, lain kali Bapak boleh coba lagi."
Dalam perjalanan pulang ...
Dargombez: "Tuh, saya bilang apa Bos...! Mereka cuma nipu kan, Bos.."
Bos: "Ah, siapa bilang??? Istri saya bilang, dia menang sepuluh kali bulan lalu...! Pada tebakan pertama lagi..."

Dargombez : @#$%4#@!@&(asem.com)

Minggu, 29 Mei 2011

SENYUM SEJENAK SERI 150

HITAM



Dua sahabat Dargombez dan Markun keduanya, masing2 dikuruniai dua anak. Bedanya, kalo Dargombez anaknya putih2, dan Markun anaknya hitam2.

Suatu ketika, keduanya sharing dan terjadilah pembicaraan :

Markun: “Mbez, bagaimana bikin anak supaya kulitnya putih seperti anakmu, sebab anakku kulitnya hitam2 ?”
...

Dargombez : “Gampang, ketika hendak berhubungan senjatamu jangan sampai masuk total, sebab kalo sampai mentok bisa hitam lagi”.

Markun : “Oh begitu ya.”

Malam harinya resep dari Dargombez itu dipraktekkan, dan menjelang finish

tiba-tiba pantat Markun digigit nyamuk dan secara tak sengaja tangan dia menepuk nyamuk yang ada di pantatnya, sehingga burungnya tanpa sadar nyelonong masuk.

Ingat dengan resep tadi, Markun akhirnya berteriak……

"Yah, Hitaaaammmm lagi deh…"

SENYUM SEJENAK SERI 149

GAK JADI MAKAN

Di hari minggu yang cerah, Dargombez ngajak Markun sahabatnya buat makan donat di Dunkin Donutz. Sambil menikmati donat, Dargombez mulai berbincang ngaco.

Dargombez : "Kun aku ada lowongan kerjaan nih"
Markun : "Apaan?"Dargombez : "Wah, ini pekerjaannya perlente. Pakek baju berkerah, rapi, berdasi, berjas.Tapi..."
...
Markun : "Tapi apa?"
Dargombez : "Tapi Gak pakek celana"
Markun : "Hah....gak pakek celana. Emang kerja apaan?"
Dargombez : "BOLONGIN DONAT"
Markun : "ASEM...."(Sambil meletakkan donatnya.Gak bayangin cara bolonginnya)

SENYUM SEJENAK SERI 148

JAGO PANAH



Dargombez kali ini menjadi raja. Dia sedang pergi berburu ke hutan dengan pengawal-pengawal dan pembantu-pembantunya ketika ia melihat sebuah pohon dengan sebuah lingkaran target yang dicat di pohon itu dengan sebuah anak panak di tengah lingkaran target itu.

“Siapa nih orang yang bisa memanah dengan sangat baik begini?” Dargombez be...rkata. “Saya harus bertemu dengannya.”

Setelah melanjutkan perjalanannya lagi, ia bertemu dengan seorang anak kecil yang membawa sebuah busur dan anak panah. Setelah ditanya-tanya akhirnya dia mengakui kalau dialah yang memanah anak panah itu pada lingkaran target.

“Kamu nggak memalukan. anak panah kamu ke tengah-tengah target kan?” tanya Dargombez.

“Tentu saja tidak. Saya memanahnya dari jarak 100 kaki. Bener deh, saya sumpah.”

“Wow, Itu sangat menakjubkan,” ujar Dargombez. “Saya akan mengajak kamu menjadi pasukan memanah saya. Tapi saya mesti bertanya satu hal lagi. Bagaimana kamu bisa melakukan hal itu?”

“Begini,” sahut anak itu, “pertama saya memanahkan anak panah saya ke pohon, baru saya menggambar lingkaran target itu dengan cat di sekelilingnya.”

Dargombez : ASEEMM...(dibujuki arek cilik)

SENYUM SEJENAK SERI 147

NUBRUK BULE

Dargombez yang bahasa Inggrisnya kacau-balau suatu hari nubruk seorang bule ketika jalan-jalan di mall.

Dargombez : “I’m sorry.”

Bule : “I’m sorry, too.”

Dargombez bingung. Karena ngerasa harus ngejawab tuh bule.
...

Dargombez : “I’m sorry, three.”

Bule : “What for?”

Dargombez : “I’m sorry, five.”

Bule : “Sorry, sir. Are you sick?”

Waduh Dargombez makin gak tau tambah ngacau aja

Dargombez : “Yes I’m sorry seven,eight, nine, ten. I’M SORRY I LOVE YOU”

Minggu, 22 Mei 2011

SENYUM SEJENAK SERI 146

Dargombez mendapat tiket wisata gratis naik balon udara keliling dunia yang disponsori sebuah maskapai penerbangan internasional. Bersamanya ada 2 orang lain yang ikut naik balon udara. Yang satu dari Arab Saudi satunya lagi dari Amerika. Berangkatlah ketiganya memulai perjalanan keliling dunia tersebut. Di hari ke-10 orang Amerika teriak
Amerika : “Hei, kita sudah sampai Amerika.”
Dargombez dan Arab : “Kok tau?”
Amerika : “Coba tangan kalian meraba ke bawah!”
Dargombez dan Arab :”Oh, iya ini patung Liberty”

Hari ke20 giliran orang Arab yang berteriak
Arab : “Kita sudah sampai Arab Saudi”

Dargombez dan Amerika :”Kok tau?”
Arab : “Coba raba tangan kalian ke bawah!”
Dargombez dan Amerika :”Oh, iya ini padang pasir”
Dan pada hari ke-30 Dargombez yang akhirnya teriak
Dargombez :”Horee....kita sudah nyampek Terminal BUNGURASIH”
Amerika dan Arab :”Mana itu?”
Dargombez :”Terminal di Surabaya. Salah satu kota besar di Indonesia.”
Amerika dan Arab :” Kok tau?”
Dargombez :”Coba raba tangan kalian ke bawah”
Amerika dan Arab lalu merabakan tangan mereka ke bawah. Lalu mengangkatnya kembali dan mereka terkejut.
Dargombez :”Tuh kan jam tangan kalian ilang”
Amerika dan Arab : #@$*&^%#$#(dongkol)